KOTLIN
Kotlin adalah bahasa pemrograman modern yang mengkompilasi ke bytecode Java. Bahasa pemrograman ini gratis dan open source, dan menjanjikan untuk membuat coding untuk Android semakin menyenangkan.
Fungsi berada pada jantung di Kotlin, jadi pada postingan ini kita akan melihat lebih dekat tentang hal itu. Kita akan mengeksplorasi jenis fungsi berikut di Kotlin:
1. Top-Level Functions
Top-Level Functions adalah fungsi di dalam paket Kotlin yang didefinisikan di luar class, objek, atau interface apa pun. Ini berarti bahwa mereka adalah fungsi yang Anda panggil secara langsung, tanpa perlu membuat objek atau memanggil kelas apapun.
Top-level functions di Kotlin dapat digunakan sebagai pengganti metode static utility di kelas helper yang kita buat di Java. Mari kita lihat bagaimana mendefinisikan Top-level functions pada Kotlin.
2. Lambda Expressions
Lambda expressions (atau function literals) juga tidak terikat pada entitas seperti class, objek, atau interface. Mereka dapat dilewatkan sebagai argumen ke fungsi lain yang disebut fungsi dengan higher-order functions (kita akan membahasnya lebih lanjut di posting berikutnya). Lambda expressions hanya mewakili blok fungsi, dan menggunakannya mengurangi kekacauan dalam kode kita.
3. Member Functions
Jenis fungsi ini didefinisikan di dalam class, objek, atau interface. Dengan menggunakan member function kita dapat membuat modularize program kita lebih jauh. Mari kita lihat bagaimana cara membuat member function.
4. Fungsi Anonymous
Fungsi Anonymous adalah cara lain untuk menentukan blok kode yang dapat dilewatkan pada sebuah fungsi. Hal ini tidak terikat dengan identifier apapun. Berikut adalah karakteristik anonym function di Kotlin:
• Tidak memiliki nama
• Dibuat dengan keyword fun
• Terdapat isi dari sebuah fungsi
5. Local atau Nested Functions
Untuk mengambil modulisasi program lebih jauh, Kotlin memberi kita fungsi lokal - juga dikenal sebagai fungsi nested. Fungsi lokal adalah fungsi yang dideklarasikan di dalam fungsi lain berguna.
6. Infix Functions
Fungsi infix memungkinkan kita dengan mudah untuk memanggil satu argumen member function atau fungsi ekstensi. Selain fungsi menjadi satu argumen, Anda juga harus menentukan fungsi menggunakan modifier infix. Untuk membuat fungsi infix, dua parameter dilibatkan. Parameter pertama adalah target objek, sedangkan parameter kedua hanyalah satu parameter yang dilewatkan ke fungsi.
Kesimpulan
Dalam tutorial ini, Anda belajar tentang beberapa hal yang dapat Anda lakukan dengan fungsi di Kotlin. Yaitu:
• Top-Level Function
• Lambda Expressions atau Literal Function
• Member Function
• Anonymous Function
• Local atau Nested Function
• Infix Function
Tapi bukan itu saja! Masih banyak yang harus dipelajari tentang fungsi di Kotlin. Jadi, di posting berikutnya, Anda akan mempelajari beberapa penggunaan fungsi lanjutan, seperti extension dan higher-order functions. Sampai jumpa lagi!
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bahasa Kotlin, kunjungi Dokumentasi Kotlin. Atau lihat beberapa posting pengembangan aplikasi Android kami yang lain di Envato Tuts+
No comments:
Post a Comment